bata-bata.net

  • Foto Bersama sebagian Asatidz Pon. Pes. Mambaul Ulum Bata-Bata

  • Salah satu instansi Badan otonom (FB) Falakiyah Bata-bata, sedang melaksanakan pelantikan pengurus Falak Masa bakti 2011-2012, yang diikuti dengan pelaksanaan seminar.

Selamat Datang Di Bata-Bata

Katanya Bumi Berputar, kenapa saya tidak merasakannay?

 

Kita terlahir di Bumi, jadi cara kita melihat (persepsi terhadap) lingkungan di sekitar kita sudah terbentuk dari sejak lahir. Sebenarnya, saat ini pun, kita (di Indonesia atau daerah lain di sekitar khatulistiwa) sedang bergerak berputar terhadap poros Bumi dengan laju yang tetap sebesar kurang lebih 465 meter per detik. Kita bersama dengan udara di atmosfir Bumi semuanya berputar bersama-sama, jadi kalau kita memakai acuan yang juga ada di Bumi (misalnya gunung atau bangunan) maka kita tidak merasakan bahwa kita sedang bergerak.

Share

Mengukur Kualitas Lembaga Pendidikan Pesantren

 

Dewasa ini, jumlah dan jenis lembaga pendidikan amatlah banyak, tak pelak masyarakat dibuatnya bingung mana yang lebih baik atau mana yang lebih bermutu yang harus dipilih bagi pendidikan anaknya. Dulu orang sulit mencari lembaga pendidikan, tetapi  sekarang kesulitan itu berubah, manakala kita harus memilih.
Bagi orang-orang  tertentu memilih lembaga pendidikan biasanya mencari yang bermutu atau yang  berkualitas unggulan. Namun jika kita teliti lagi keunggulan lembaga penddikan itu masih menjadi polemik dan sekedar wacana. Sekarang yang menjadi acuan utama masyarakat dalam menilai lembaga pendidikan itu uggulan, manakala semua siswanya pada setiap tahun bisa lulus ujian  nasional dan setelah kuliyah bisa di terima di lembaga pendidikan jenjang  berikutnya yang dianggap maju,
Sedangkan untuk tingkat perguruan tinggi acuan bermutu tidaknya suatu PTN/PTS, acuan utama adalah lulusanya (alumninya) bisa cepat mendapatkan pekerjaan adalah buah dari kesuksesan selama menempuh pendidikannya di perguruan tinggi tersebut.
Kembali lagi, ternyata untuk memilih lembaga pendidikan itu tidaklah  mudah, perlu dipikir secara matang dulu, bahkan setiap orang pasti memiliki ukuran  tersendiri sesuai dengan karakter yang diingininya. Sementara kebanyakan masyarakat skarang pada umumnya menilai kualitas hanya dilihat dari penampilan luarnya saja, yaitu gedung  dan fasilitas-fasilitas pendidikan lainnya, Ada juga yang memperhatikan backround yang di bawa oleh lembaga bersangkutan, misalnya seorang pengikut fanatik suatu organisasi tertentu, maka  mereka tidak ragu lagi akan mengirim anak-anaknya ke lembaga pendidikan yang dikelola oleh organisasi itu tersebut.

Share

Sejarah dan Perkembangan

Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata didirikan oleh RKH .Abd Majid bin Abd Hamid bin RKH Itsbat, Banyuanyar pada tahun 1943 M / 1363 H. Kepemimpinan RKH Abd Majid berlangsung selama 14 tahun terhitung mulai tahun 1943 M sampai dengan 1957 M. Beliau Wafat pada tanggal 6 Syawal 1364 H/ 1957 M dengan jumlah santri yang telah mencapai 700 orang.

Selama dua tahun (1957–1959 M) Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata mengalami kekosongan kepemimpinan. Hal ini disebabkan karena putera beliau, RKH Abd Qadir masih belajar di Mekah dan menantunya, RKH Ahmad Mahfudz Zayyadi (Ayah RKH Abd Hamid, Pengasuh sekarang) sudah menetap di pondok pesantren Nurul Abror, Alasbuluh, Wongsorejo, Banyuwangi. Bahkan, kekosongan yang cukup lama ini menyebabkan lokasi pesantren banyak ditumbuhi rumput hingga setinggi lutut.

Untuk mengisi kekosongan itu, RKH Abd Hamid Bakir (Putera RKH Abd Majid, pengasuh PP Banyuanyar) pulang-pergi Banyuanyar-Bata Bata untuk memberikan pembinaan pada dua pesantren sekaligus. Beliau dibantu oleh beberapa tokoh penting lain, diantaranya adalah KH. As’ad (Timur Sumber), KH. Ahmad Faqih (Toronan) dan KH Ahmad Zahid (Pakes). Pada masa itu, banyak santri yang juga menimba ilmu pada kiayi-kiayi di sekitar pondok pesantren termasuk diataranya adalah KH. Barmawi (Gudang, Panaan).

Pada tahun 1959 M, RKH Abd Qadir pulang dari Mekah untuk melanjutkan kepemimpinan di Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata. Akan tetapi kepemimipinan beliau tidak berlangsung lama karena pada tahun yang sama, tanggal 5 Agustus 1959 beliau berpulang ke Rahmatullah.

Untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren, keluarga besar pesantren meminta kesediaan RKH Ahmad Mahfudz Zayyadi yang selama 12 tahun bermukim di PP Nurul Abror untuk pulang ke Bata-Bata dan bersedia menjadi pengasuh. Akhirnya, beliau berkenan untuk memimpin Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata Bata.

Selama kepemimpinan RKH Ahmad Mahfudz, pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mengalami perkembangan cukup pesat, baik jumlah santri maupun pola pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Pada Tahun 1962 M, beliau mendirikan Madarasah Ibtidaiyah (MI), pada tahun 1970 M Madrasah Tsanawiyah (MTS). Pada tahun 1977 Madarasah Aliyah (MA) yang diprakarsai oleh RKH. Abd. Hamid AM. Model lembaga pendidikan pada masa-masa tersebut adalah lembaga pendidikan diniyah atau biasa disebut lembaga B. Kepemimpinan RKH. Ahmad Mahfudz Zayyadi berlangsung selama + 26 tahun (1959-1986 M). Beliau wafat pada hari Rabu tanggal 12 Ramadlan 1407 H/1986 M.

Kepemimpinan berikutnya (1987–sekarang) dilanjutkan oleh RKH Abd Hamid Mahfudz Zayyadi. Sebelum menjadi pengasuh, beliau menimba ilmu di PP Sidogiri, Pasuruan dan melanjutkan ke Mekah selama 12 tahun dibawah asuhan para ulama besar yang antara lain : Sayyid Muhammad Amin Quthbi, Sayyid Alawi Al-Maliki, Sayyid Muhammad Hasan Al-Yamani, Sayyid Hasan Al-Masysyath, Syeikh Yasin bin Isa Al-Padangi, Syeikh Abdullah al-Lahji dan Syeikh Ismail bin Zain al-Yamani.

Share

Visi dan Misi

Visi :

“Mencetak santri yang tafaqquh fid-din, berakhlaqul Qur’ani, terampil

dan berguna bagi masyarakat”


Misi :

1. Santri dapat memahami dam menguasai ilmu pengetahuan (terlebih dalam bidang keagamaan)

2. Santri dapat menguasai, mengkaji dan mengembangkan kutubussalaf (kitab-kitab salaf)

3. Santri dapat mengamalkan mentransformasikan keilmuannya kepada masyarakat luas

4. Santri memiliki akhlaqul karimah dan khuluq ma’hady

5. Santri mampu menjadi agent of social change (pengantar perubahan sosial) menuju Masyarakat Madani.

6. santri mempunyai keterampilan hidup (life skill) dan mewarnai kehidupan masyarakatnya

Share

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

  • «
  •  Mulai 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »

BJ Content Slider

The Joomla! Community Portal is now online. There, you will find a constant source of information about the activities of contributors powering the Joomla! Project. Learn about Joomla! Events worldwide, and see if there is a Joomla! User Group nearby.

The Joomla! Community Magazine promises an interesting overview of feature articles, community accomplishments, learning topics, and project updates each month. Also, check out JoomlaConnect™. This aggregated RSS feed brings together Joomla! news from all over the world in your language. Get the latest and greatest by clicking here.

Share
Amanah sebagai Intropeksi diri

Adalah merupakan kenyataan yang sudah terjadi bahwa setiap orang dalam perjalanan hidupnya selalu berusaha ingin mewujudkan hal-hal baik atau kebahagiaan untuk dirinya dan keluarganya maupun untuk orang banyak. Namun itu semua diluar kemampuan manusia dengan segala keterbatasannya yang dla’ef yang diciptakan oleh sang khaliq.

Memang manusia diberi amanah sebagai khalifah di bumi dengan dianugrahi akal untuk berfikir antara mana yang benar dan mana yang salah, mana yang bermanfaat atau tidak. Dengan menggunakan akalnya manusia bisa memahami segala hal yang menyangkut rahasia alam untuk kebahagiaan hidupnya, akan tetapi akal manusia itu terbatas, artinya kemampuan manusia itu dibatasi oleh kekuasan allah yang maha kuasa.

Padahal ajaran islam yang dibawa oleh Muhammad SAW telah membimbing ummatnya untuk selalu menggunakan akal dan pikiran yang dikaruniaikan kepada kita semua sebagai senjata yang paling ampuh dan halal sekaligus yang membedakan antara manusia dan hewan, sebagai konsekuensinya orang yang yang selalu menggunakan akal pikiranya untuk memikirkan ciptaan Allah walau hanya satu detik saja, itu adalah lebih baik dari ibadah satu tahun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh ibnu hibban " berpkir sesaat itu lebih lebih baik daripada beribadah setahun". Berpkir adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan jiwa dn sebagai media ketenangan rohani.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam penciptaan manusia, ketika Allah menciptakan manusia di bumi ini, malaikat mempertanyakan hal tersebut, apakah penciptaan manusia itu berguna? bukankah manusia itu hanya akan membawa kerusakan, saling membunuh dan berseteru antara satu dengan yang lainnya ?. Namun, Allah punya maksud yang lain, dan tentunya semua itu hanya Allahlah yang maha tahu dengan ciptaannya.

Allah berfirman dalam al-qur'an "sesungguhnya KAMI telah menawarkan amanah kepada langit , bumi dan gunung-gunug, maka mereka semua enggan memikulnya karena mereka khawatir akan menghianatinya, maka dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh…" (QS 33/72)

Dan kalau kita lihat dibalik semua itu terdapat satu essensi yang nyata yaitu manusia sebagai khalifah fil ard (pemimpin di bumi) otomatis manusia mempunyai tanggung jawab (amanah), ini yang sering acap kali kita abaikan. Sejatinya kita sebagai seorang muslim harus menyadari sebuah arti hidup di dunia ini yaitu memenuhi apa yang dititipkan kepadanya. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT; "sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk mengembalikan titipan-titipan kepada yang memilikinya, dan jika menghukumi diantara manusia agar menghukumi dengan adil…"(QS 4/58). Maka yang termasuk amanah disini bukan hanya dalam hal materi atau hal yang berkaitan dengan kebendaan saja, melainkan berkaitan dengan segala hal, seperti memenuhi tuntutan Allah (beribadah) adalah amanah , bergaul dengan manusia dengan cara yang baik adalah amanah , demikian seterusnya.

Ummat manusia sebagai pemegang amanah dari Allah SWT di muka bumi, dan seharusnya ini diakui sebagai sebuah kemulyaan yang luar biasa diberikan Allah. Oleh karena itu, jika terjadi kerusakan-kerusakan terhadap alam, hal tersebut bisa merupakan sebagai penghianatan kita terhadap Allah SWT seperti yang telah yang telah disebutkan dalam firman-nya, "akan timbul kerusakan di laut dan di bumi akibat ulah manusia" dari sini bisa dijelaskan bahwa jauh-jauh hari Allah telah memberikan satu peringatan akan tingkah laku manusia, kita lihat bukan satu atau dua orang saja yang celaka, tetapi berjuta-juta manusia bakal menderita akibat bencana alam. Nah , bagi manusia yang bijak dan sadar , dia tidak akan berbuat kerusakan kecuali melakukan aktivitas yang bermanfaat terhadap lingkungan hidupnya.

Kendati manusia dianugrahi prasaan dan hati, namun hati mereka tidak berfungsi lagi dan telah tertutup terhadap nilai-nilai kebaikan. Padahal, Allah memerintahkan manusia untuk melestarikan serta memberikan manfaat bagi kesinambungan alam sekitar. Inilah yang sanagt kita sesalkan, justru umat muslim juga turut melakukan tindakan perusakan. Hingga pada hakekatnya, dia bukan seorang muslim melainkan seorang hamba yang tidak lagi bertaqwa kepada Allah SAW.

Islam merupakan agama yang sempurna, ini sesuai dengan sistem yang ada di dalamnya yang mencakup IPOLEKSOSBUDHANKAM (Idiologi, POLitik, Ekonomi, BUDaya, serta pertaHANan dan KeAManan) islam tidak hanya bicara aqidah atau ibadah saja melainkan islam adalah sebuah sistem yang paripurna mencakup aqidah dan ibadah, agama dan negara, peradaban dan pedang.

Maka dari itu amanah yang dibebankan Allah SWT atas seorang muslim adalah mengarahkan semua sistem di atas agar sesuai dengan aturan Allah SWT, dan membebaskan manusia dari penyembahan manusia atas manusia dan manusia atas teghnologi dalam seluruh aspek kehidupan menuju penyembahan kepada Allah SWT semata, tidak sekutu bagi-nya untuk-nya kita beramal dan kepada-nya kita akan kembali.

Allah menginginkan kita sadar bahwa manusia telah diserahkan satu amanah yang demikian besar guna mengarungi kehidupan ini. Sebab sejatinya kita hidup bukan hanya sekedar untuk satu generasi, tapi terus-menerus. Oleh karenanya Allah telah memberikan arahan-arahan bagaimana seharusnya manusia bertindak dan bertingkah laku secara bijaksana di muka bumi ini, marilah kita sadari itu brsama.

Moh. Afifurrahman

Santri PP. Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan,

Asal Pagendingan Galis Pamekasan

 

Jasa Pembuatan Web Enigma